Chiellini Bicara Kekalahan di Final UCL, Serta Surga dan Neraka di Juventus

http://hmbgsb.com/wp-content/uploads/2020/06/hl-chiellini2_4ecc25a.jpg

BERITA BOLA ONLINE –  Bek Juventus Giorgio Chiellini mengakui kekalahan di final Liga Champions sebenarnya tak terasa terlalu menyakitkan dan mengatakan selama membela Bianconeri, ia telah merasakan ‘Surga dan Neraka’.

Juventus termasuk salah satu tim besar di Eropa. Namun mereka sudah lama tak mencicipi rasanya menjadi juara Liga Champions.

Mereka terakhir kali merasakan nikmatnya menjadi juara Eropa pada tahun 1996 silam. Juventus pun sudah berusaha untuk kembali menjadi yang terbaik di UCL.

Usaha mereka gagal di era Antonio Conte. Di era Massimiliano Allegri, ada peningkatan, di mana Juventus akhirnya berhasil masuk final dua kali.

Mereka masuk final pada tahun 2015, namun pada akhirnya dikalahkan Barcelona. Bianconeri kemudian masuk final lagi pada tahun 2017, namun kali ini mereka dikalahkan oleh Real Madrid.

Giorgio Chiellini kemudian angkat bicara soal kekalahan-kekalahan tersebut. Ia mengisyaratkan bahwa hasil buruk yang didapat di dua final itu sebenarnya tak terasa terlalu menyakitkan.

Ia mengatakan hal yang lebih menyakitkan adalah kalah bahkan sebelum Juventus masuk ke final. Contohnya saja tersingkir di fase grup, seperti di musim 2013-14 silam.

BACA JUGA : Manchester United Intip Peluang Dapatkan Ansu Fati

“Lebih baik mendapatkan Final dan kalah, daripada berhenti lebih awal. Saya telah tersingkir di babak 16 terakhir dan di babak grup, dan saya meyakinkan Anda bahwa itu tidak terlalu lucu,” ketus Chiellini pada Berita Bola Online.

Giorgio Chiellini adalah bek yang setia pada Juventus. Ia sudah menjadi bagian skuat Bianconeri selama 15 tahun.

Tentunya ia sudah merasakan banyak hal bersama Si Nyonya Tua. Ia sudah pernah merasakan sukses dan merasakan keterpurukan.

“[Bertahun-tahun] menjadi bagian dari diri Anda. Saya tentu menganggap diri saya beruntung telah berhasil [bertahan]. Tetapi pada saat yang sama, saya menyadari bahwa itu tidak sesederhana itu,” seru defender berusia 35 tahun tersebut.

“Juventus berkomitmen kepada Anda, tekanannya konstan, dalam 15 tahun ini saya telah hidup di surga, di neraka dan kemudian di surga lagi,” ungkap Chiellini.