Kartu Merah Maitland-Niles Jadi Alasan Kekalahan Arsenal Atas Leicester

http://hmbgsb.com/wp-content/uploads/2019/04/methode_times_prod_web_bin_59ef562c-fe4b-11e8-92e0-7fb8092617eb.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Manajer Arsenal Unai Emery mengakui bahwa kartu merah yang didapat oleh Ainsley Maitland-Niles ikut berperan besar dalam kekalahan timnya dari Leicester City.

The Gunners dihajar dengan skor telak 3-0 oleh Leicester di matchday 36 Premier League di King Power Stadium, Minggu (28/04). Gol-gol The Foxes dicetak oleh Youri Tielemans dan brace Jamie Vardy.

Maitland-Niles sendiri dikartu merah pada menit ke-36. Ia diusir setelah mendapat dua kartu kuning.

Kartu Kuning pertama didapat pada menit ke delapan setelah ia melakukan tekel dari belakang pada Ben Chilwell. Kartu kuning keduanya didapat setelah ia melanggar James Maddison.

Emery mengaku ia sudah memiliki rencana untuk mengalahkan Leicester. Ia pun menilai awalnya timnya bermain cukup apik.

“Rencana permainan kami adalah untuk menjadi kuat di saat-saat defensif kami dan di saat-saat menyerang kami, untuk mengambil peluang kami, menyerang empat bek mereka,” tuturnya seperti dilansir berita bola online.

“Kami memulai dengan sangat baik, kami mengendalikan pertandingan dengan posisi bagus dan bertahan tanpa banyak masalah. Mereka mengendalikan kepemilikan tetapi kami bagus di lapangan dan kami ingin tumbuh dalam 90 menit untuk mengambil kemungkinan kami menang hari ini, menjadi kompetitif dalam 90 menit dan juga kuat dalam mentalitas kami,” ujarnya.

BACA JUGA : Hutang Budi Andreas Pereira Kepada Ole Gunnar Solskjaer

Namun Emery mengakui rencananya mulai sedikit berantakan setelah Maitland-Niles diusir keluar lapangan. Namun pada akhirnya semuanya menjadi buruk saat pasukan Brendan Rodgers itu mencetak gol keduanya.

“Kartu kuning kedua memberi kami banyak masalah untuk melanjutkan rencana permainan kami dengan lebih efisien. Melanjutkan ide kami dengan satu pemain lebih sedikit akan sulit. Itu mengubah banyak hal, kartu merah ini,” akunya.

“Para pemain bekerja dengan sangat baik dan saya bangga dengan mereka. Dengan satu pemain lebih sedikit, kami melanjutkan rencana permainan kami, berusaha untuk bersama, bertahan dengan kuat, dan pada saat-saat menyerang untuk memanfaatkan momen kami,” ujarnya.

“Gol pertama telah mengkondisikan hasilnya. Ketika kami lebih baik di lapangan dengan satu pemain lebih sedikit, mereka melakukan serangan balik dan mencetak yang kedua dan menyelesaikan pertandingan.”