Tarkowski Dikaitkan dengan Liverpool, Bos Burnley: Ini Kabar Khayalan

http://hmbgsb.com/wp-content/uploads/2019/01/Sean-Dyche-Ginger-Hair-Burnely-News-807178.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Manajer Burnley Sean Dyche menyebut gosip yang mengaitkan James Tarkowski dengan Liverpool sebagai gosip yang aneh dan sekedar khayalan media.

Liverpool disebut-sebut akan beraksi di bursa transfer Januari ini. Sebab mereka sedang krisis bek tengah.

Dejan Lovren sbelumnya mengalami cedera hamstring. Sementara itu Joe Gomez dan Joel Matip sudah tumbang lebih dahulu.

Itu artinya, sekarang Liverpool cuma memiliki satu bek tengah yakni Virgil Van Dijk saja. The Reds kemudian disebut mengincar bek tengah Burnley, Tarkowski.

Liverpool kabarnya ingin meminjam bek Inggris itu lebih dahulu. Di sisi lain Burnley hanya akan melepasnya dengan bandrol minimal 50 juta pounds.

BACA JUGA : Alexandre Pato Bakal Pulang ke Milan?

Dyche mengaku bingung bagaimana kisah-kisah seperti itu bisa muncul. Ia pun mengisyaratkan bahwa ia tak punya niat untuk melepas bek berusia 26 tahun tersebut.

“Ada banyak gosip di luar sana, dan tidak banyak fakta,” ketusnya seperti dilansir berita bola online.

“Yang paling menakjubkan adalah yang gosip tentang Tarky. Itu aneh sekali,” serunya.

“Ini waktunya saat-saat seperti itu musim ini, dan semua orang mencari potongan, tetapi ada banyak kabar khayalan di luar sana,” tegasnya

Legenda Liverpool John Barnes sebelumnya sempat angkat bicara soal aktifitas transfer The Reds pada Januari ini. Ia yakin Jurgen Klopp akan bersabar dan memilih untuk berdiam diri kali ini.

“Saya pikir dia [Klopp] tidak akan berbelanja di bursa transfer kali ini,” buka Barnes kepada BeIN Sports.

“Tahun lalu, dia merekrut Alisson, Keita dan Van Dijk. Ia membawa tiga pemain langsung ke dalam tim. Apakah solusi untuk masalah mereka saat ini bisa didapatkan dengan belanja di bursa transfer?”

“Tahun lalu dia tidak belanja pemain ketika Keita tidak datang, dan semua orang memaksanya untuk membeli pemain. Namun ia tahu bahwa ia tidak seharusnya menghamburkan uang untuk membeli pemain yang tidak benar-benar bisa meningkatkan permainan mereka.”