Pemain PSS Sleman Buka-bukaan Masalah Sepakbola Gajah

Pemain PSS Sleman Buka-bukaan Masalah Sepakbola Gajah

Pemain PSS Sleman Buka-bukaan Masalah Sepakbola Gajah

Bandar Judi Bola, Yogyakarta – Sesudah 10 bln. berlalu, beberapa pemain PSS Sleman yang dihukum lantaran masalah sepakbola gajah kontra PSIS Semarang di Divisi Paling utama Liga Indonesia th. lantas buka nada. Mereka menuntut keadilan serta menginginkan pertolongan Menpora.

Seperti di ketahui, th. lantas Indonesia digemparkan dengan pertandingan sepakbola gajah pada PSS melawan PSIS dalam babak semi final Divisi Paling utama, yang berjalan di Sasana Krida Akademi Angkatan Hawa, Minggu (26/10/2015). Waktu itu PSS menang 3-2 atas PSIS, tetapi jadi ramai lantaran lima gol itu semuanya adalah gol bunuh diri.

Beritanya ke-2 tim berusaha sama-sama mengalah supaya tak jadi juara group, yang nanti bakal bertemu dengan Borneo FC. Borneo FC ini dipercaya sering diuntungkan di setiap laganya serta disebut-sebut telah ditanggung maju ke ISL.

Pada prosesnya beberapa nama dijatuhi hukuman serta denda oleh Komisi Disiplin PSSI berkenaan peristiwa ini. Yang paling berat ada yang dihukuman larangan menekuni di sepakbola seumur hidup. Mereka yaitu Pelatih Heri Kiswanto, ofisial tim Rumadi, Sekretaris Tim Eri Febriyanto, serta tiga pemain yaitu Riyana, Agus Setiawan, serta Hermawan Putra Jati.

Asisten Pelatih Edi Broto dihukum larangan bermain sepanjang 10 th.. Delapan pemain dihukum 5 th., yaitu Marwan Muhammad, Satrio Aji Saputro, Wahyu Gunawan, Ridwan Awaluddin, Anang Hadisaputra, Eko Setiawan, Gampang Yulianto, Monieaga Baguswardi.

Lima pemain yang lain dihukum 1 th. dengan saat percobaan 5 th., diantaranya Christian Adelmund, Waluyo, Saktiawan Sinaga, Guy Junior, serta Gratheo Hadiwinata. Termasuk juga memperoleh hukuman ini dapat yaitu Kitman serta Masseur, Dwi Suyono serta Sunyono.

Baca Juga : Optimisme Dortmund Kembali pada Papan Atas Lagi

Sanksi ini dimaksud beberapa pemain yang dihukum tidak adil. Mereka menyatakan bahwa beberapa pemain di lapangan hanya korban lantaran memperoleh instruksi dari manajemen. Sesaat Manajer tim Supardjiono yang dimaksud memberi perintah, jadi melenggang tanpa ada hukuman.